0
pattern batik khas indonesia
pattern batik khas indonesia

TUJUAN

Menyimpan, mengumpulkan, melindungi, mengelola, dan menyajikan kepada publik segala informasi yang berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika, latar belakang, dan perkembangannya, yang berkaitan dengan sosial budaya dan peran negara-negara Asia Afrika, khususnya Indonesia di kancah kehidupan dan politik internasional.

Mengumpulkan, mengelola, dan menyajikan kepada publik semua buku, majalah, surat kabar, publikasi lain, dan dokumen yang memuat rincian dan informasi tentang kegiatan, peran, dan budaya sosial negara-negara Asia Afrika dan negara-negara berkembang dalam kehidupan internasional dan platform politik . Museum ini juga memfasilitasi para peneliti yang berkaitan dengan Asia, Afrika, dan negara-negara berkembang untuk tujuan pendidikan dan ilmiah bagi masyarakat dan pemuda Indonesia, bagi pemuda Negara-negara Asia Afrika pada umumnya, serta memberikan masukan bagi pemerintah untuk melakukan kebijakan luar negerinya.

Mendukung upaya pengembangan budaya bangsa, pendidikan generasi muda, serta promosi pariwisata.

Mendukung upaya untuk menciptakan saling pengertian dan kesatuan gagasan, serta meningkatkan tingkat kerjasama antar negara-negara Asia dan Afrika, dan antar negara-negara di dunia pada umumnya.

FASILITAS

A. RUANG PAMERAN PERMANEN
Museum Konferensi Asia Afrika memiliki ruang pameran permanen yang memamerkan koleksi benda tiga dimensi dan foto dokumenter Pertemuan Tugu, Konferensi Kolombo, dan Konferensi Asia Afrika 1955. Ruang pameran juga menyediakan:

Peristiwa sejarah yang menjadi latar belakang sejarah Konferensi Asia-Afrika;
Pengaruh Konferensi Asia-Afrika terhadap dunia;
Gedung Merdeka dari waktu ke waktu;
Profil negara peserta Konferensi Asia Afrika yang ditampilkan dalam multimedia.

Diorama Pembukaan Konferensi Asia Afrika 1955
Dalam rangka menyambut Delegasi KTT Kesepuluh Gerakan Non-Blok tahun 1992 di mana Indonesia telah dipilih sebagai tuan rumah konferensi dan menjadi Pemimpin Gerakan Non-Blok, diorama yang menggambarkan Pembukaan Konferensi Asia -Konferensi Afrika dibuat.

B. PERPUSTAKAAN
Untuk mendukung kegiatan Museum Konferensi Asia Afrika tahun 1985, Abdullah Kamil (Duta Besar Indonesia di London) memberikan ide untuk menyediakan perpustakaan. Perpustakaan menyediakan banyak buku tentang sejarah, sosial, politik, dan budaya negara-negara Asia Afrika dan lainnya; dokumen-dokumen Konferensi Asia-Afrika dan konferensi-konferensi pendahuluannya; majalah dan surat kabar yang disumbangkan dari lembaga lain atau diperoleh dengan pembelian.

C. AUDIOVISUAL
Seiring dengan pendirian perpustakaan, ruang audiovisual juga didirikan. Ruangan tersebut digunakan untuk menampilkan film-film dokumenter tentang kondisi dunia hingga tahun 1950-an, Konferensi Asia-Afrika dan konferensi pendahuluannya, serta film-film tentang budaya negara-negara Asia-Afrika.

D. PENELITIAN
Museum Konferensi Asia-Afrika meningkatkan banyak penelitian tentang negara-negara Asia-Afrika dan negara-negara lain. Museum ini juga memfasilitasi para peneliti dan mahasiswa untuk melakukan penelitian tentang isu-isu dalam dan luar negeri.

E. AKTIVITAS
Museum Konferensi Asia Afrika menyediakan:
1. Pembinaan, Pembinaan bagi pengunjung diberikan baik kepada pengunjung dari pemerintah maupun pengunjung umum.
2. Pameran temporer Museum Konferensi Asia Afrika menyelenggarakan pameran temporer dalam upaya mengedukasi masyarakat tentang penyelenggaraan urusan luar negeri dan sejarah diplomasi Indonesia. Pameran temporer ini juga digelar di lokasi lain di luar Museum Konferensi Asia-Afrika.
3. Komunitas, Museum Konferensi Asia Afrika memiliki komunitas yang dibentuk dan didukung oleh museum itu sendiri. Beberapa komunitas dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sejarah, politik internasional, dan konsep nasionalisme untuk menghadapi isu-isu luar negeri di masa depan, baik diplomasi publik maupun diplomasi warga. Beberapa kegiatan yang diselenggarakan bersama komunitas adalah diskusi buku, diskusi film, festival, klub budaya, pameran, dll.

Anggota Kongres

Special Member

JETRO
UNWTO
ERIA
Jica
CLAIR

Special Guest

Ministry of Home Affairs of the Republic of Indonesia
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia
Ministry of Tourism and Creative Economy of the Republic of Indonesia
Embassy of the Republic of Indonesia in Tokyo
Consulate General of the Republic of Indonesia Osaka Japan
Embassy of Japan in Indonesia
Embassy of the Republic Korea in Indonesia
Embassy of the People's Republic of China in Indonesia
Embassy of Malaysia in Indonesia
Embassy of the Republic of Philippines in Indonesia
Embassy of Vietnam in Indonesia

Observers

Kota Bandung
Kota Banjar
Kota Bekasi
Kota Bogor
Kota Cimahi
Kota Cirebon
Kota Depok
Kota Sukabumi
Kota Tasikmalaya
Kabupaten Bandung
Kabupaten Bandung Barat
Kabupaten Bekasi
Kabupaten Bogor
Kabupaten Ciamis
Kabupaten Cianjur
Kabupaten Cirebon
Kabupaten Garut
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Karawang
Kabupaten Kuningan
Kabupaten Majalengka
Kabupaten Pangandaran
Kabupaten Purwakarta
Kabupaten Subang
Kabupaten Sukabumi
Kabupaten Sumedang
Kabupaten Tasikmalaya