PMI MANUFAKTUR INDONESIA 2019 DAN PROYEKSI 2020

( Sumber HIS Market,  31 Maret 2020 )

Indeks PMI manufaktur adalah indikator ekonomi yang mencerminkan keyakinan para manager bisnis di sektor manufaktur yang akan berpengaruh terhadap pasar saham dan pasar forex . Hampir semua negara industri maju merilis indikator ini dari berbagai Lembaga survey, di Inggris , Kawasan eropa dan Jepang dirilis oleh  Markit Grup, di Amerika serikat dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) dan Markit grup dan di China ada Official PMI dan PMI Caixin. (sumber:seputarforex.com).

Indeks PMI dianggap indikator utama ( leading indicator ) yang menggambarkan keadaan perekonomian secara keseluruhan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran  mengenai ; hasil penjualan ,jumlah dan upah tenaga kerja, persediaan barang dan tingkat harga. 

Dengan demikian ,Purchasing Manager Indeks( PMI ) manufaktur adalah satu indeks arah perkembangan ekonomi di sektor industri manufaktur di satu negara yang merupakan rangkuman kondisi pasar yang ditunjukkan dalam PMI indeks, apakah menuju kearah ekspansi , tetap pada posisi sama atau konstraksi . Indikator untuk mengukur perubahan perkembangan PMI ditunjukkan dengan besaran indek dari skala dari 0 – 100 dengan pengertian apabila besaran PMI indeks = 50 menunjukkan bahwa perkembangan industri tetap atau sama dengan tahun sebelumnya, Indeks PMI > 50 menunjukkan posisi industri sedang ekspansi/berkembang dan sebaliknya indeks PMI < 50 menunjukkan posisi industri sedang terkonstraksi / menurun.

Indeks PMI manufaktur dihitung berdasarkan hasil  survey terhadap industri manufaktur  yang selanjutnya dihitung menjadi sebuah angka indeks.  Materi survey yang pokok untuk sektor manufaktur adalah : 

  1. Jumlah pesanan baru ( new orders )

  2. Out put hasil produksi ( factory out put )

  3. Jumlah tenaga kerja ( employment )

  4. Waktu pengiriman dari pemasok barang ( suppliers delivery time )

  5. Ketersediaan barang bahan produksi ( stocks of purchases )

Variabel lainnya  adalah  customers inventories ,Production cost efficiency ,back log orders, export orders, import materials.

Perkembangan PMI manufaktur Indonesia periode 2019 sampai dengan Maret 2020 , seperti ditunjukkan pada grafik 1, yang menunjukkan dampak wabah Covid 19 terhadap industri manufaktur nasional memberikan dampak terhadap penurunan PMI manufaktur nasional.

2019

 

2020

April        50,4

September       49,1

Januari         49,3

Mei      ~ 51,5

Oktober            47,7

Febuari         51,9 

Juni         50,6

November        48,2

Maret            45,3

Juli           49,6

Desember         49,5

s.d Des          43 – 44  ( F)

Agustus   49

   

 

( sumber : HIS Markit , Maret 2020 )

PMI manufaktur di indeks 51,9 pada bulan Febuari 2020 membangkitkan rasa optimis terhadap perkembangan industri manufaktur dan ekonomi nasional , mengingat konstribusi sektor industri mencapai 20 % terhadap GDP  nasional. Dengan terjadinya pandemic Covid 19 , berdampak terhadap pencapaian PMI manufaktur pada bulan Maret di indek 45,3 dari indeks 51,9 pada febuari 2020.

 Kajian HIS Markit , PMI manufaktur ASEAN mencapai indeks  50,2 pada Febuari 2020 dan merosot tajam pada Maret 2020 di indeks  43,4 . PMI manufaktur Singapur turun dari 45,8 menjadi 27,7 ,demikian pula  Philipine dari indeks 50 turun ke 39,7 , Vietnam 41,9 , Jepang dari indeks 47,8 menjadi 44,8 sementara Korea selatan dari indeks 48,7 menjadi 44,2.

Kegiatan industri manufaktur China  mengalami pemulihan dalam waktu cepat ,PMI manufaktur China pada bulan Januari mencapai indeks 50 dengan kejadian wabah covid 19 di Febuari  mengalami kontraksi dengan indeks 35,7 (dalam waktu 1 bulan ) dan pada bulan Maret 2020  mencapai indeks 52  ( Sumber :  Caixin media & HIS market).

Diproyeksikan mencapai PMI manufaktur Indonesia akan mencapai kisaran 43 – 44 , hal ini sejalan dengan penyesuaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semula diproyeksikan akan  mencapai 5,3 % ,selanjutnya dikoreksi menjadi 2,3 %. Harapan muncul dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia   mencapai 6,6 % di  tahun 2021.